Manado – Bapelitbangda Kota Manado mengadakan rapat melalui aplikasi “Zoom Meeting” bersama dengan para Camat dan beberapa warga di Kota Manado. Senin (08/06/2020).
Diskusi dalam rapat ini membahas tentang Aksi Daerah Pembangunan Kota Tangguh Bencana di Kota Manado yakni masalah Bencana Alam seperti Banjir, Tanah Longsor dan Bencana lain yang pernah dan sementara terjadi untuk di minimalisirkan di masa mendatang.
Selain membahas masalah Bencana Alam juga mengenai Bencana Non-Alam yang tepat saat sekarang masih mewabah diseluruh penjuru daerah yakni Penyebaran Covid-19 atau yang kita kenal dengan sebutan Virus Korona .
Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado Dr Liny Tambajong (Kaban Liny) menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah melaksanakan Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Kota Tangguh Bencana di Kota Manado yang adalah bagian terpenting dalam menentukan Kajian sebagai kebutuhan kota untuk mewujudkan Kota Tangguh bencana mulai dari diri tangguh, keluarga tangguh, lingkungan tangguh bahkan sampai kota tangguh.
- 11 Pasang Pengantin Ikuti Pernikahan Massal di Pangolombian, Wali Kota Tomohon Serahkan Dokumen Kependudukan
- Perkuat Sinergi, Ny. Anik Selvanus Apresiasi Kunker Titiek Soeharto Bersama Komisi IX DPR RI di Sulut
- Dari Pengamanan Listrik Hingga Bantuan Kemanusiaan TJSL, PLN UP3 Kotamobagu Hadir untuk Korban Banjir Bandang Bolmong
“Hal ini harus melibatkan selain pemerintah juga masyarakat akan sadar bencana serta penggunaan ketersediaan fasilitas maupun infrastuktur yang memadai dalam penanganan bencana dengan baik dan benar.” Ujar Kaban Liny.
Berdasarkan prestasi Kota Manado pada tahun 2017 dengan meraih Peringkat II sebagai Kota yang menangani bencana terbaik di Indonesia Tengah, bolehlah menjadi salah satu acuan dan motivasi kembali dalam kajian ini. Selain itu bisa melatih dan terbiasa terkoordinasi dengan keadaan yang mampu menanggulangi bencana.
“Diharapkan, hasil dari Kajian ini akan menjadi salah satu tolak ukur awal yang baik, selain laporan yang dengan data-data yang akurat dan melengkap kebutuhan, tetapi juga bisa menjadi acuan bagi selain Pemerintah dan juga memuat Rekomendasi-rekomendasi Rencana Aksi Daerah terkait Kota Tangguh Bencana.” Tutup Kaban Liny. (*)






