Sulut-Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) sangat bersemangat membuka akses penerbangan dalam menunjang perekonomian dan pariwisata.
Hal ini sekaligus menjawab visi dan misi ODSK untuk menjadikan Sulut sebagai gerbang di Pasifik.
Pada 1 September 2024, Air Asia akan melakukan penerbangan perdana dari Manado ke mancanegara melalui Kota Kinabalu.
Diketahui, Kota Kinabalu merupakan salah satu kota di luar Kuala Lumpur yang memiliki banyak konektivitas penerbangan langsung ke mancanegara.
- Bupati FDW Bersama Forkopimda Pantau Tahapan Pilhut PAW di Desa Sapa Timur
- Resmikan Kampung RA Dan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Pekalongan, Sahli ATR/BPN Harapkan Kesejahteraan Masyarakat Terwujud
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kolaborasi PLN UID Suluttenggo dan Pemprov Sulut Bersihkan Kawasan Malalayang Beach Walk
“Dibukanya Kinabalu ke Manado akan banyak memberikan manfaat bagi Sulut,” kata Gubernur Olly saat menerima audiensi Manager Asia Manado, Aldiansyah di kediaman Gubernur Olly di Mangatasik Tanawangko, pada Jumat (30/08/2024).
Gubernur Olly mengajak semua eksportir maupun pebisnis yang ada di Sulut untuk melihat peluang yang ada. Di mana Air Asia memberikan jatah kargo sebanyak 8 ton.
“Mari manfaatkan jalur penerbangan Air Asia dari Manado ke seluruh dunia via Kota Kinabalu Sabah Malaysia,” ucapnya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Tahlis Gallang menambahkan jatah 8 ton kargo itu disediakan setiap kali penerbangan.
“Jadi penerbangan ini dapat menjadi peluang ekspor produk unggulan Sulawesi Utara, mulai dari sektor perikanan hingga pertanian. Komoditasnya tergantung permintaan pasar,” jelasnya.
Selain itu, sebut Tahlis penerbangan Air Asia Manado Kinabalu, akan mendongkrak pariwisata Sulut.
“Pastinya akan banyak wisatawan yang akan datang ke Sulawesi Utara, apalagi pasca Covid-19, pariwisata daerah sudah mengalami peningkatan,” ujarnya.
Audiensi turut dihadiri Sekprov Sulut Steve Kepel, Kepala Dinas Pariwisata Kartika Devi Tanos Kepala Biro Ekonomi Reza Dotulong dan Staf Khusus Dino Gobel. (**/J.Mo)






