Manado – Mempertimbangkan situasi saat ini, dimana semakin meningkatnya jumlah positif Covid-19 di Sulawesi Utara, yang didominasi kota Manado.
Apalagi dengan semakin meningkatnya jumlah pasien positif dari klaster Karombasan (Pasar Pinasungkulan) di kecamatan Wanea, Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota (Pemkot) Manado.
Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut,SH, M.Si, DEA, meminta Kepala Puskesmas Ranotana bersama PD Pasar Manado melakukan rapid test masal bagi penjual dan pedagang di Pasar Pinasungkulan.
“Kalau masih ditemukan ada penjual yang setelah dilakukan rapid hasilnya reaktif, maka rencananya Minggu depan akan dipertimbangkan petutupan sementara kegiatan di pasar Pinasungkulan.” Ujar Walikota GSVL.
- Bupati Delis Kukuhkan 30 Anggota Paskibraka Morut 2026
- Dukung Ketahanan Pangan dan Perekonomian Daerah, PLN Hadirkan Ekosistem Pengairan Modern Berbasis Listrik untuk Kelompok Tani Torout Jaya
- Kesepakatan Berhasil Dicapai, Pemprov Sulut Dan DPRD Resmi Menandatangani Nota Kesepahaman KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027
Namun sebelumnya, Walikota GSVL meminta pendapat Forkompinda Manado terkait penutupan sementara pasar karombasan.
Diketahui kemarin, Jumat (15/05/2020) klaster Karombasan menyumbang 7 pasien Positif Covid-19, dan jika hari ini masih ada ketambahkan, maka Walikota GSVL akan segera melakukan koordinasi dengan Forkompinda Manado, membahas rencana penutupan sementara Pasar Pinasungkulan dengan berpedoman pada penerapan protokol kesehatan.
“Nantinya selama masa penutupan sementara, pedagang akan dipindahkan keseputaran lokasi stadian Klabat Manado, ujar Walikota GSVL.
Walikota GSVL telah meminta Direksi PD Pasar Manado untuk mempersiapkan lokasi sementara bagi pedagang, diseputaran stadion Klabat dan jalan, sambil melaksanakan protokol kesehatan super ketat.
“Ayo terapkan dan patuhi protokol kesehatan ketat, tetap jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari bahaya covid 19 ini, ” ajak Walikota GSVL. (JM)






