Gubernur Yulius Selvanus: Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen, DBH Rp114 Miliar Disalurkan

oleh -1267 Dilihat
oleh

Manado-Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan daerah, tetapi juga menegaskan capaian ekonomi sekaligus dukungan fiskal pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota.

Di tengah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang mencapai 5,42 persen hingga akhir Semester I 2026, Pemerintah Provinsi Sulut mengucurkan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp114.436.950.895 untuk pemerintah kabupaten/kota.

Penyaluran DBH untuk periode perhitungan Januari hingga Mei 2026 tersebut mulai dilakukan pada Rabu (23/9/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.

Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator makro daerah juga menunjukkan capaian yang menjadi perhatian pemerintah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara tercatat 76,32, sementara tingkat kemiskinan pada Triwulan II 2026 berada di angka 6,32 persen dan inflasi sebesar 2,53 persen.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE mengatakan capaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah dan seluruh elemen masyarakat cepat berpuas diri.

“Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri karena dinamika tantangan terus berkembang. Evaluasi berkala harus tetap kita lakukan secara jujur dan objektif guna mengidentifikasi program kerja yang masih memerlukan penyempurnaan,” kata Yulius saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-62 Sulut di halaman Kantor Gubernur Sulut, Rabu (23/9/2026).

Menurut Yulius, capaian pembangunan yang telah diraih harus ditempatkan sebagai fondasi untuk melangkah menuju target pembangunan yang lebih besar.

“Setiap pencapaian yang berhasil kita torehkan bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai sebuah landasan pijak yang kokoh untuk melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ujarnya.

Dalam momentum tersebut, Pemprov Sulut menegaskan komitmennya memperkuat hubungan fiskal dengan pemerintah kabupaten/kota melalui penyaluran DBH.

Total DBH yang disalurkan mencapai Rp114.436.950.895, atau sekitar Rp114,4 miliar, untuk perhitungan dan penetapan periode Januari sampai Mei 2026.

Dana tersebut mulai disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing kabupaten/kota pada 23 September 2026.

Gubernur Yulius mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemprov Sulut terhadap pembangunan di daerah sekaligus upaya memperkuat kualitas pelayanan publik.

“Sebagai wujud sinergitas dan dukungan terhadap pembangunan daerah kabupaten/kota untuk menghadirkan kualitas layanan publik yang lebih baik, setelah mempertimbangkan ketersediaan anggaran pada kas daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, maka Dana Bagi Hasil bagi kabupaten/kota untuk perhitungan dan penetapan bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2026 sebesar Rp114.436.950.895 akan disalurkan ke RKUD masing-masing terhitung mulai hari ini,” jelasnya.

Penyaluran DBH tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan HUT ke-62 Sulut, yakni pembangunan daerah membutuhkan dukungan fiskal dan koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Mengusung tema “Sulut Melaju (Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan) untuk Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Yulius menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada capaian statistik.

Ia mendorong agar pertumbuhan ekonomi dan berbagai indikator pembangunan diterjemahkan menjadi manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.

“Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan, menetapkan fokus pada target-target pembangunan yang lebih besar, serta menajamkan orientasi pada tujuan yang terukur di segala sektor pembangunan,” kata Yulius.

Menurutnya, keberlanjutan program strategis, peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan ekonomi mandiri merupakan bagian penting dalam mempercepat pembangunan Sulawesi Utara.

“Kemampuan kita dalam mengawal keberlanjutan program strategis, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan memacu pertumbuhan ekonomi mandiri, akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan lompatan besar yang kita cita-citakan,” ujarnya.

Yulius optimistis potensi daerah dapat menjadi modal penting untuk membangun Sulawesi Utara yang memiliki daya saing, kemandirian dan ketangguhan menghadapi perubahan zaman.

Mapalus Jadi Kekuatan Pembangunan

Di hadapan jajaran pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, Yulius juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dan mapalus sebagai kekuatan sosial dalam pembangunan.

“Untuk mewujudkan lompatan besar tersebut, mari kita senantiasa menjunjung tinggi nilai gotong royong dan terus menghidupkan semangat mapalus sebagai jati diri dan landasan moral kita dalam bekerja membangun daerah,” katanya.

Ia menilai cita-cita pembangunan tidak mungkin dicapai apabila setiap elemen berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mengakselerasi pembangunan.

“Kita semua wajib mengutamakan sinergi dan kolaborasi yang kokoh di antara jajaran pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Yulius juga mengajak masyarakat Sulawesi Utara mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.

“Tepat pada tanggal 23 September 1964, enam puluh dua tahun yang lalu, Provinsi Sulawesi Utara resmi menjadi daerah otonom. Hari ini kita hadir bersama bukan hanya untuk memperingati ulang tahun Provinsi Sulawesi Utara, tetapi untuk mengingat perjalanan panjang yang telah kita lalui dan meneguhkan kembali arah yang hendak kita tuju,” ujarnya.

Menurutnya, 62 tahun perjalanan Sulut merupakan rangkaian sejarah yang tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan generasi sebelumnya.

“Apa yang kita capai hari ini adalah mata rantai dari kerja keras generasi sebelumnya. Karena itu, warisan tersebut harus kita lanjutkan, bahkan kita kembangkan dengan semangat yang sama,” kata Yulius.

Berbagai Program untuk Masyarakat
Rangkaian HUT ke-62 Sulut sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, ziarah ke makam mantan gubernur dan wakil gubernur, kegiatan olahraga antarkomponen perangkat daerah, serta kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Pemprov Sulut juga melaksanakan program keringanan pajak daerah, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial dan anjangsana ke panti asuhan, operasi pasar, Gerakan Pangan Murah serta Rona Budaya Sulawesi Utara.

Yulius menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah terlibat serta mendukung suksesnya seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara,” katanya.

Upacara HUT ke-62 Sulut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Dr Johannes Victor Mailangkay SH MH, Ketua TP PKK Sulut Ny Anik Yulius Selvanus, Sekretaris TP PKK Sulut Ny Merry Mailangkay-Kalalo, Sekprov Sulut Tahlis Gallang bersama Ketua DWP Sulut Ny Tahlis Gallang, anggota DPD RI, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Forkopimda Sulut, pimpinan instansi vertikal, pejabat Eselon II Pemprov Sulut, Tim Ahli Gubernur, ASN, TNI dan Polri.

Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah insan berprestasi, bantuan pemerintah kepada kelompok tani, serta atraksi seni dan budaya yang dibawakan para pelajar.

Menutup sambutannya, Yulius kembali mengajak seluruh elemen Sulawesi Utara menjadikan usia 62 tahun sebagai momentum untuk bergerak bersama.

“Mari kita melaju bersama, bekerja bersama, saling menopang, saling menguatkan, dan bersatu untuk membangun daerah menuju Sulawesi Utara maju, sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)