Tomohon-PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) resmi meluncurkan Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Kinilow dan Kinilow Satu, Kota Tomohon. Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana alam, khususnya erupsi gunung api.
Langkah strategis ini merujuk pada Undang-undang RI No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Penetapan lokasi ini juga didasarkan pada rekomendasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra dalam keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
“Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dan memiliki ratusan gunung api aktif, termasuk di Sulawesi Utara. Kami menyadari bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Program Desa Siaga Bencana ini, PLN berkomitmen memperkuat ketahanan masyarakat sekitar wilayah operasional agar lebih tangguh, mandiri, dan sigap dalam menghadapi potensi risiko bencana alam,” ungkap Usman.
Ia menambahkan bahwa program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keselamatan ketenagalistrikan saat terjadi situasi darurat. “Kami berharap kolaborasi dengan BPBD dan Basarnas ini dapat meminimalisir risiko kerugian ekonomi, lingkungan, maupun sosial,” tambahnya.
Adapun rangkaian program pelatihan yang dijalankan meliputi Edukasi & Pelatihan: Pemahaman penyebab bencana dan langkah mitigasi, Pemetaan Evakuasi: Penentuan titik kumpul dan pembuatan jalur evakuasi, Infrastruktur Fisik: Pembangunan plang titik kumpul dan rambu penunjuk arah evakuasi, Simulasi Tanggap Darurat: Praktik langsung penyelamatan diri dan evakuasi medis.
Dalam pelaksanaannya, Tim Reaksi Cepat (TRC) PLN UID Suluttenggo menjadi motor penggerak utama di lapangan. Perwakilan Tim TRC, Noven Koropit, menjelaskan bahwa fokus utama pelatihan adalah memberikan keterampilan teknis yang aplikatif bagi warga.
“Kami bersama instruktur dari Basarnas dan BPBD memberikan pembekalan mulai dari Medical First Responder (pertolongan medis pertama) hingga manajemen bencana (Disaster Management). Di Kinilow, kami tidak hanya memasang plang evakuasi, tetapi memastikan setiap warga tahu ke mana harus melangkah saat sirine peringatan berbunyi. Simulasi yang kami gelar adalah kunci agar masyarakat tidak panik dan mampu melakukan evakuasi mandiri dengan terstruktur,” jelas Noven.
Kegiatan ini dihadiri dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Tomohon, BPBD Kota Tomohon & Provinsi Sulawesi Utara, Balai Pemantauan Gunung Api, Basarnas, serta unsur TNI/Polri setempat. Sebanyak 50 perwakilan masyarakat dari kedua kelurahan terlibat aktif dalam pelatihan dan simulasi ini.
Melalui pelatihan ini, Kelurahan Kinilow dan Kinilow Satu kini resmi menjadi garda terdepan desa mitigasi bencana di Kota Tomohon, menciptakan sinergi antara PLN dan masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang aman dan berkelanjutan. (*T3)







