Morut-Sebuah penemuan yang luar biasa mengejutkan warga Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara (Morut), baru-baru ini viral di media sosial.
Seorang warga setempat, matris kaliki, bersama warga lainya berhasil menemukan ikan lele jumbo yang beratnya ditaksir mencapai 38 kg di Sungai Laa.
Penemuan ini terjadi saat sungai tersebut meluap, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Sabtu (25/01/2025).
Menurut keterangan salah seorang warga, Limbret Tangku, mengatakan, ikan lele tersebut ditemukan di area perkebunan sawit warga yang terendam air.
“Sungai Laa memang meluap beberapa hari terakhir, dan warga melihat sesuatu yang sangat besar mengapung berkeliaran secara bergerombol di permukaan air. Setelah didekati, ternyata itu adalah sekelompok ikan lele yang sangat besar,” ungkapnya.
Ikan lele yang ditemukan memiliki rata-rata panjang lebih dari 1,5 m dan berat yang sangat mencengangkan, yakni 38 kg. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan penemuan tersebut, bahkan beberapa di antaranya merekam video dan membagikannya di media sosial info morut.
Tak lama kemudian, berita penemuan ikan lele jumbo ini menjadi viral di berbagai plat form media sosial, menarik perhatian banyak orang.
Beberapa warga Desa juga mengatakan, mereka belum pernah melihat ikan lele sebesar itu di Sungai Laa sebelumnya.
“Biasanya kami hanya menemukan ikan lele biasa, tetapi yang satu ini benar-benar luar biasa. Kami tidak menyangka ada ikan sebesar ini di sungai kami,” ujar warga lainnya.
Penemuan ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pihak berwenang yang berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait fenomena tersebut.
Sementara itu, warga setempat merasa bangga dengan penemuan ini dan berharap bisa memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan sosial atau sebagai potensi destinasi wisata alam ke depannya.
Penemuan ikan lele jumbo ini semakin memperkaya cerita tentang keanekaragaman hayati di Sungai Laa yang selama ini dikenal dengan kekayaan alamnya. Kini, masyarakat Lanumor berharap, agar sungai dan lingkungan sekitar tetap dijaga kelestariannya untuk keberlanjutan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. (*/NAL)









