Iskandar : Tidak Benar Ada Dana Rp.5 Milyar Dan Pembebasan Lahan di Proyek BSPS TA 2019 Rotongkuni Era

Morut-Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Rakyat Dinas PUPR Kabupaten Morowali Utara (Morut), Iskandar ST, secara tegas membatah sekaitan dengan pemberitaan salah satu media online, yang menyatakan adanya dana sebesar Rp. 5 milyar dan pembebasan lahan dalam pembangunan proyek Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Dusun Rotongkuni Desa Era Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morut Tahun Anggaran (TA) 2019, sebagaimana yang sudah hangat diperbincangkan oleh berbagai pihak, akibat pemberitaan tersebut.

“Saya terkejut dengan pemberitaan ini. Sangat tidak profesional dalam dalam menyajikan informasi kepada publik, hanya secara sepihak dengan menyatakan bahwa proyek transmigrasi lokal itu gagal, dan menghabiskan dana hibah TA 2019 sebesar Rp. 5 Milyar termasuk biaya pembebasan lahan” tegas Iskandar, di sela – sela penyerahan BSPS tahap 1 di Desa Tontowea, Jumat (15/09/2023).

Iskandar, mengatakan, bantuan BSPS TA 2019 di dusun Rotongkuni Desa Era hanya sebesar Rp. 700 juta dengan jumlah penerima sebanyak 20 Kepala Keluarga ( KK), dan perhitungan pembagian masing- masing penerima mendapatkan Rp. 35 juta / KK. Sementara itu, untuk pembebasan lahan sama sekali tidak ada, karena lokasi tanah tersebut merupakan milik Pemdes Era, yang diperuntukan kepada masyarakat dalam pengembangan pemukiman.

“Tidak ada pembebasan lahan, berita itu hanya ngawur dan tidak mendasar, ” katanya.

Iskandar menjelaskan, program BSPS tersebut sama sekali tidak ada masalah, karena seluruh prosesnya dilaksanakan berdasarkan mekanisme dan aturan yang jelas. Kata dia, semua prosedurnya dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada, termasuk pembelian material oleh masyarakat difasilitasi dan diverifikasi langsung oleh Dinas dan tim teknis, dimana seluruhnya dilakukan melalui sistem transfer langsung ke toko bangunan yang telah dipilih.

Meskipun BSPS dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, namun pihak Dinas tetap bekerja sama dengan Bank Sulteng dan penyedia toko bangunan.

“Semua penerima bantuan dibuatkan rekening bank. Jadi semua dana yang masuk langsung ditransfer kerekening penerima, ” jelasnya.

Iskandar tidak menampik, jika hingga saat ini realisasi fisik pekerjaan yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat penerima, belum rampung secara keseluruhan. Namun para penerima manfaat tersebut, merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda Morut, dengan adanya bantuan BSPS tersebut.

“Belum rampungnya beberapa pekerjaan itu, disebabkan oleh faktor jarak yang begitu jauh dengan medan yang sulit untuk mengangkut bahan materil. Meskipun demikian, para penerima sudah bisa menempatinya saat ini, dan secara perlahan – lahan akan merampungkannya,” ungkap Iskandar.

Terpisah, Kades Era, Ferdinan Moenggo, yang dikonfirmasi via telepon selulernya, membenarkan apa yang sudah disampaikan oleh Kabid Perumahan Rakyat Dinas PUPR Morut tersebut.

“Semuanya sudah benar dan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada, ” tandas Ferdinan sapaan akrabnya. (*/NAL)

Loading