Siswa SMAN Marore Ukir Sejarah : Lolos Dan Raih Ranking 1 Seleksi Paskibraka Kabupaten, Kini Bidik Tingkat Nasional

oleh

Tahuna-Semangat dari beranda terdepan NKRI kembali membara. Salah satu putra terbaik dari SMA Negeri Marore berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dinyatakan lulus dan meraih ranking 1 seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (10/04/2026)

Siswa kelas 10,  Dwi Arifin Van Grootest Tablingon meraih ranking 1 kategori pria  menyisikan 16 peserta pria  yang lolos tes tingkat kabupaten  dan  secara otomatis  dipersiapkan  pemkab Sangihe untuk  bertolak ke Manado,  mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sulawesi Utara, dengan harapan menembus kancah Nasional.

Keberhasilan ini menjadi buah bibir sekaligus kebanggaan besar bagi masyarakat Kecamatan Kepulauan Marore, yang berbatasan langsung dengan Filipina. Meski berada jauh dari pusat pemerintahan, keterbatasan geografis terbukti bukan penghalang bagi siswa SMAN Marore untuk bersaing secara fisik, mental, maupun wawasan kebangsaan.

Kepala Sekolah SMA Negeri  Marore Benjamin Sumolang S.Pd  menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini sembari menyampaikan  selamat  dan harapan yang besar akan anak didiknya.

“Ini adalah bukti bahwa anak-anak dari pulau terluar memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing. Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat Marore dan Sangihe agar siswa kami dapat memberikan yang terbaik di seleksi tingkat provinsi nanti,” ujarnya.

Yani Manente S.Pd sebagai guru pendamping  selama pelaksanaan seleksi  merasa puas dengan hasil seleksi  dimana siswanya  bisa meraih rangking 1 tingkat kabupaten dan akan lanjut  ikut  seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Utara .

Meurut Pak Guru Yani ,  seleksi tingkat provinsi, diprediksi akan berlangsung ketat dimana siswa utusan kecamatan  Marore ini akan bersaing dengan perwakilan dari 15 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara.

“Tentunya  banyak hal yang harus dipersiapkan meliputi fisik yaitu menjaga kesehatan dan stamina juga  mental, wawasan kebangsaan dan tak kalah penting ketepatan gerakan dan kedisiplinan yang tinggi dari  siswa  harus terus digenjot dalam menghadapi seleksi nanti” ungkap Yani.

Pak guru Yani juga berharap target besar dari seleksi di provinsi adalah terpilih menjadi bagian dari tim Paskibraka Nasional  bisa tercapai.

“Jika berhasil lolos, ini akan menjadi sejarah baru bagi sekolah dan kebanggaan bagi warga perbatasan dan membuktikan bahwa “Merah Putih” berkibar paling kuat dimulai dari tepian negeri” pungkas  Yani.

Tentunya  dukungan penuh  sangat diharapkan dari Pemerintah Kabupaten dan pihak sekolah guna memastikan ke empat siswa dan siswi yang akan mengikuti seleksi tingkat provinsi, memiliki perlengkapan dan kesiapan yang matang sebelum mengikuti seleksi di tingkat provinsi nanti. (Yoss)

No More Posts Available.

No more pages to load.