Wabah Corona, Harga Vanili di Mitra Tidak Stabil

Ratahan – Virus Corona atau Covid-19, jelas mempengaruhi pertumbuhan ekonomi terutama pada petani lebih khusus pada petani jenis vanili di daerah Sulawesi Utara terlebih Minahasa Tenggara.

Hal ini diungkapkan Alex Dumondor salah satu petani vanili di Desa Esandom sebagai pengepul hasil pertanian dalam hal ini Vanili yang dibelinya dari para petani diwilayah Tombatu Timur.

“Mewabahnya virus corona di sejumlah negara termasuk Indonesia lebih khusus lagi di Sulawesi Utara, membuat para petani cenderung menjual cepat hasil pertanian vanilinya,” ujar Alex.

Alex juga menjelaskan bahwa saat ini harga vanili cenderung menurun dan tidak stabil, terkadang 125 ribu -130 ribu/ Kg mentah dan 1 juta/Kg kering, hal lain juga dilakukan panen dini oleh petani diakibatkan dengan adanya pencurian sehingga petani tidak mau berlama-lama menjaganya dikebun. Dumondor menambahkan, sebelumnya harga vanili pernah mencapai harga 3 juta pada tahun 2019.

“Intinya Faktor pencurian dan masalah virus corona dan kebutuhan ekonomi keluarga, menjadi penyebab petani menjual vanili hasil panennya dipercepat” kata Alex.

Alex menegaskan bahwa Pihaknya tidak memberanikan diri membeli vanili dari sembarang penjual tanpa surat keterangan dari pemerintah desa. (Rusly)

Related posts

Leave a Comment