oleh

Viral !!! Data BNBA CBP Bolmut 2024 Penerima Bantuan Beras 10 Kg Ketahanan Pangan Terdapat Orang Mati

-BMR, Bolmut-396 Dilihat

REDAKSISULUT,BOROKO – Pemerintah pusat mulai menyalurkan sejumlah Bantuan Sosial (Bansos) mulai bulan februari 2024 diantaranya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Mitigasi Risiko Pangan dan Bansos beras.

Bansos adalah pemberian bantuan berupa uang atau pangan yang sifatnya sementara dan selektif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terbaru,pemerintah mengumumkan akan membagikan bantuan langsung tunai (BLT) Mitigasi Risiko Pangan Rp 600.000 kepada 18,8 juta keluarga.

Rencana tersebut membuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka potensi realokasi anggaran program perlindungan sosial (perlinsos) yang semula Rp 496,8 triliun menjadi Rp 500 triliun, seperti dikutip dari Kompas.com (1/2/2024).

BLT Mitigasi Risiko Pangan adalah program bansos yang digagas pemerintah untuk menggantikan BLT El Nino pada November-Desember 2023 lalu. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp 200.000 per orang itu akan diberikan kepada masyarakat untuk periode Januari – Maret 2024. Pencairan dana BLT tersebut akan dirapel dengan memberikan sekaligus pada Februari 2024. Dengan begitu, masyarakat akan menerima Rp 600.000 yang dicairkan melalui PT Pos Indonesia.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi akan melanjutkan bansos berupa pangan beras 10 kg pada Februari – Maret 2024.  Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, keputusan untuk melanjutkan penyaluran bantuan beras 10 kg bertujuan untuk menekan inflasi, terutama pada komoditas yang harganya mulai naik, sebagaimana dikutip dari Antara.

Nantinya, bantuan pangan beras ini akan disalurkan kepada 22 juta keluarga di seluruh Indonesia berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Bantuan akan ini kemungkinan akan diperpanjang pada Mei sampai Juni apabila APBN masih memungkinkan.

Merujuk pada persyaratan penerima, berikut persyaratan penerima bantuan beras yakni Program PKH ditujukan pada keluarga miskin dan sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Memiliki NIK yang sudah online pada sistem Dukcapil dan ditetapkan oleh Kementerian Sosial sebagai penerima PKH.

Namun, sangat disayangkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos beras 10 kg oleh Kemesos Republik Indonesia dikabupaten Bolaang Mongondow Utara sangat ganjal. Bahkan sebagian besar data KPM tidak terdaftar di situs cekbansos hingga adanya data orang yang sudah meninggal. Perubahan data penerima Bansos beras 10 kg terjadi sejak penyaluran bantuan bulan Januari 2024.

Pemerintah daerah harus segera mengidentifikasi 6.412 KPM penerima Bansos beras 10 kg sudah mulai disalurkan oleh PT. Bulog sejak awal bulan Februari 2024 kemarin dengan jumlah 384.720 kg hingga bulan Juni 2024.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bolaang Mongondow Utara Yulin Kohongia mengungkapkan data KPM penerima Bansos beras 10 kg tahun 2024 bukan data usulan dari ketahanan pangan melainkan data usulan dari Badan Perencana Penelitian dan Pengembangan Bolaang Mongondow Utara ke Kemenko PMK Republik Indonesia.

“Kami hanya menerima data yang sudah diusulkan oleh Badan Perencana Penelitian Bolaang Mongondow Utara dan Pengembangan ke Kemonko PMK Republik Indonesia terhadap penerima Bansos beras 10 kg mulai bulan Januari hingga Juni 2024, ” Ungkap Kohongia, Selasa (06/02/2024).

Berdasarkan penelusuran media Redaksisulut.com dilapangan melalui data investigasi 6.412 KPM penerima Bansos beras 10 kg bulan Januari – Februari tahun 2024 terdapat penerima yang tidak memenuhi syarat sebagaimana Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS hingga adanya penerima yang masuk kategori Sangadi dan Aparat Desa bahkan penduduk yang sudah pindah atau domisili didesa dan propinsi lain.

Kepala Dinas Sosial Bolaang Mongondow Utara Moliom Pontoh menjelaskan berdasarkan data kemiskinan yang sudah terupdate di DTKS tidak ada sangadi atau aparat desa, apalagi yang sudah meninggal yang masuk sebagai penerima bantuan dari pemerintah baik kementrian sosial atau manapun. ” Setiap bulannya kami selalu mengupdate data kemiskinan yang ada di Bolaang Mongondow Utara, jadi tidak ada sangadi atau aparat ataupun orang yang sudah meninggal sebagai penerima bantuan sosial, ” Jelas Pontoh, Selasa (06/02/2024).

Berikut data penerima KPM Bansos beras 10 kg tahun 2024 :

  1. Kecamatan Sangkup 849 KPM dengan jumlah 50.940 kg beras;
  2. Kecamatan Bintauna 1.087 KPM dengan jumlah 65.220 kg beras;
  3. Kecamatan Bolangitang Timur 1.453 KPM dengan jumlah 87.180 kg beras;
  4. Kecamatan Bolangitang Barat 1.189 KPM dengan jumlah 71.340 kg beras;
  5. Kecamatan Kaidipang 1.043 KPM dengan jumlah 62.580 kg beras;
  6. Kecamatan Pinogaluman 791 KPM dengan jumlah 47.460 kg beras.

Sumber Data : BNBA_CBP 2024 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Dinas Ketahanan Pangan. (R)