Tak Sempat Curhat Ke Gubernur, Nenek 70 Tahun Akan Lakukan Hal Ini Pertahankan Aerujang

Bitung, Redaksisulut – Beredar informasi akan adanya kedatangan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) DR Drs Agus Fatoni MSi di mata Air Aerujang, Masyarakat Adat Negeri Danowudu, Aliansi Peduli Aerujang dan Ormas Adat serta Masyarakat berkumpul di depan pintu masuk mata Air Aerujang, Kecamatan Ranowulu. Kamis, (1/10/2020).

Maksud dari tujuan berkumpulnya Masyarakat Adat Negeri Danowudu, Aliansi Peduli Aerujang dan Ormas Adat serta Masyarakat ini untuk menjemput serta ingin menunjukan kepedulian menjaga Mata Air Aerujang agar tetap ada.

“Kami hanya ingin menunjukan bahwa betapa berharganya mata Air Aerujang, apalagi dari mata Air Aerujang itu menyuplai ke 800 pelanggan. Kota Bitung saat ini masih banyak yang mengeluhkan akan kekurangan air, apakah masih mau ditambah lagi 800 pelanggan yang akan mengeluh kekurangan air?” Kata Ryuzaki Raizo pria berambut gimbal.

Ia juga mengatakan bahwa selain masalah kerusakan lingkungan dan hutan Adat, ini juga sudah masuk persoalan kemanusiaan.

“Kami tidak menolak pembangunan, kami hanya minta digeser 200 meter”. Katanya.

Sementara itu, Ketua Pemangku Adat Negeri Danowudu Neltje Tengker saat di temui dilokasi mengatakan bahwa mereka sudah menunggu kedatangan Gubernur sejak Kemarin saat peresmian jalan tol Manado-Danowudu.

“Sudah menunggu sejak kemarin, tetapi hari ini ketika mendapatkan informasi bahwa Pjs Gubernur Sulut akan mengunjungi lokasi Mata Air Aerujang dari situ kami sangat mengharapkan kedatangan Pak Gubernur Sulut untuk hadir di lokasi Mata Air yang saat ini kami perjuangkan”. Kata Neltje yang saat ini sudah berumur 70 tahun namun masih punya kepedulian melindungi kelangsungan Mata Air Aerujang.

Neltje yang saat ini sudah habis masa jabatan namun diperpanjang masa kepengurusan atas dukungan masyarakat adat Danowudu ini mengatakan sangat menyesal dan sangat disayangkan pak Gubernur Sulut tidak sempat datang ke Lokasi Mata Air ini.

“Walaupun Pak Gubernur tidak sempat hadir, kami tidak akan menyerah untuk memperjuangkan kelangsungan Mata Air ini. Kami akan menyurat, untuk melakukan audiensi dengan pak Gubernur. Karena jika pak Gubernur tidak bisa datang di lokasi, kami yang akan datang ke pak Gubernur”. Tutup Neltje, seraya mengatakan bahwa walaupun tanpa dukungan masyarakat saya akan mempertahankan Mata Air ini karena saya takut akan Kutukan Leluhur. (Wesly)

Related posts