oleh

Ribuan Koleksi Suara Calon DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang Raib, Ada Apa Dengan KPU Sulteng ?

Morut-Mengejutkan dan mencurigakan. Itulah kata yang terlintas saat mengetahui raibnya sekitar 7.000 an suara yang telah dikantongi calon anggota DPD RI nomor urut 10, Febriyanthi Hongkiriwang, Ssi, Apt dalam proses penghitungan suara di KPU Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kemarin pagi, jumlah suara yang sudah tercatat di Sirekap KPU Sulteng sudah mencapai 119.487,eh malamnya melorot menjadi 112.967,” kata Ferdi Labania, salah seorang tim pemenangan Calon DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang.

Ferdi, mengaku, sudah mendatangi KPU Sulteng untuk meminta penjelasan, terkait kehilangan suara tersebut.

Ia diterima oleh salah seorang pejabat KPU Sulteng yang kemudian memberikan penjelasan mengenai adanya gangguan teknis pada Sirekap KPU yang diduga salah membaca data dari formulir C1.

“Ada juga calon DPD lain yang mengalami hal yang sama, tapi untuk ibu Feby ini, cukup besar suara yang hilang. Sementara itu, ada satu calon DPD lainnya yang tiba-tiba melonjak sekali hasil pengumpulan suaranya,” ujar Ferdi.

“Kami berharap, tidak ada kecurangan dalam proses penghitungan pengumpulan suara melalui Sirekap ini. Kita akan lihat nanti dalam penghitungan manual, bagaimana hasil akhirnya, ” katanya.

Ia megaskan, meskipun kehilangan 7.000 an suara, Febriyanthi yang juga istri Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, masih tetap menduduki peringkat pertama dalam pengumpulan suara sementara melalui Sirekap KPU Sulteng.

Feby, panggilan akrab Ketua TP PKK Morut yang memiliki tagline ‘ Pemimpin adalah Pelayan’ maju sebagai calon Anggota DPD RI, dan diluar dugaan dapat meraih simpati dan dukungan yang cukup besar dari masyarakat Sulteng.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa, dukungan dan kepercayaan masyarakat Sulteng kepada saya, sehingga bisa menjadi pengumpul suara terbanyak dalam penghitungan sementara hasil Pemilu 2024 di KPU Sulteng,” ujar Febriyanthy Hongkiriwang.

Ibu tiga orang anak ini, berharap perjuangannya ke gedung Parlemen Senayan Jakarta sebagai seorang Senator itu, tidak akan mengalami hambatan berarti hingga pelantikan pada Anggota DPD RI yang dijadwalkan Oktober 2024 nantinya. (MCDD/NAL)