oleh

Rawan Diabetes Di Kota Manado, Siloam Hospitals Ingatkan Pentingnya Mengenal Resiko dan Pencegahan

-Manado, Sulut-1031 Dilihat

Manado -Memperingati World Diabetes Day pada bulan November, Siloam Hospitals Manado menggelar Patients and Family Gathering di Grand Whiz Hotel pada Sabtu (25/11/2023) bertajuk : “Kenali Risikomu, Kenali Tanggapanmu,” sebagai bentuk partisipasi Siloam Hospitals terkait peringatan diabetes global yang dirayakan setiap tahun di tanggal 14 November.

Setiap tahun, topik kampanye disesuaikan dengan kondisi kesehatan dunia saat itu.

dr Olivia C. Walewangko, SpDP-KEMD, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Metabolik dan Diabetes, menjelaskan bahwa Siloam Hospitals Manado mengacu pada tantangan diabetes internasional.

“Mengetahui dan memahami tanggapan kita terhadap situasi, memungkinkan kita untuk mencegah atau mengelolanya. Diabetes adalah masalah global, dan sayangnya, Indonesia secara konsisten masuk dalam 10 besar negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia,” ungkap dr Olivia.

Dijelaskan dr Olivia, hingga tahun ini, secara global Indonesia menempati peringkat ke tujuh. Adapun mengacu survei kesehatan 2019, Sulawesi Utara menduduki peringkat ketiga di Indonesia.

“Oleh karena itu, sangat penting untuk mengatasi diabetes, dan Siloam Hospitals Manado tetap berkomitmen pada kampanye tahunan,” tutur Olivia Walewangko.

Salah satu wujud komitmen Siloam Hospitals Manado adalah Klinik Diabetes Siloam, yang menyediakan informasi dan terapi. Rumah sakit ini memiliki tim khusus, termasuk dokter umum, spesialis, konsultan, perawat diabetes, ahli gizi, dan spesialis gizi klinis. Tim ini melakukan edukasi reguler dan menjawab berbagai pertanyaan terkait diabetes,” kata dr Olivia.

Vaksinasi Pneumonia, Langkah Tepat bagi Penderita Diabetes Melitus

Siloam Hospitals Manado dalam Patients and Family Gathering di Grand Whiz Hotel bertajuk : “Kenali Risikomu, Kenali Tanggapanmu,” melalui edukasi, dr. Christofan Lantu, SpP(K), seorang Spesialis Paru dan Konsultan Onkologi, juga memperkenalkan vaksinasi pneumonia.

dr Christofan menjelaskan bahwa meskipun vaksinasi pneumonia umumnya sudah diterapkan di kota-kota besar, namun mungkin masih kurang di Manado, sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pasien yang datang ke rumah sakit untuk berkonsultasi selalu ditawarkan vaksinasi, terutama bagi mereka yang berisiko diabetes.

“Vaksin ini tersedia dalam dua jenis, ada yang cukup sekali seumur hidup dan ada yang perlu diulang pada usia 65 tahun.

Jenis kedua direkomendasikan untuk diulang setiap 5 tahun. Manfaatnya adalah melindungi masyarakat agar tidak mengalami pneumonia yang parah sebelum diobati. Mengingat angka kematian akibat pneumonia sangat tinggi, terutama pada orang tua,” ungkap Christofan.

dr. Christofan menyarankan agar orang yang berusia di atas 50 tahun mendapatkan vaksinasi pneumonia. Tentu saja, keputusan ini harus didiskusikan dengan dokter untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat mendapatkan vaksinasi.

“Oleh karena itu, penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter. Sebagai contoh, di rumah sakit, kami sudah mulai melakukan edukasi dan memberikan vaksinasi pneumonia di Siloam Hospitals Manado,” jelas dr Christofan.

CEO Siloam Hospitals Manado, Prof. Dr. Herman Karamoy SE MSi Ak CA, bersama Direktur dr. Liany Mokoginta, mengapresiasi pelaksanaan Patients and Family Gathering. (*/J.Mo)