Program UMKM Rp 10 Juta Sangat Menyentuh Masyarakat, Pengamat : Ini Program Realistis

MANADO – Salah satu pengamat politik Kota Manado Aruji Rajab menilai program untuk rakyat Kota Manado dari paslon nomor urut 2 Sonya Selviana Kembuan bersama Syarifudin Saafa (Sonya-Syarif) khususnya UMKM Rp 10 juta lebih realistis dibanding program paslon lainnya.

Aruji Rajab anggota DPRD Kota Manado periode 2009-2014 mengatakan, program usaha mikro kecil dan menengah untuk warga Manado yang sedang dan yang ingin berusaha adalah program yang tepat.

“Saat ini ekonomi warga sedang terpuruk. Menjadi pemimpin itu harus memperhatikan seluruh warga. Bukan hanya memperhatikan warga ekonomi atas, tetapi juga melihat kesulitan ekonomi warga menengah dan tingkat bawah,” ujar Aruji.

Dia menilai, program dari pasangan calon yang lain memang baik. Tapi masih ada yang lebih baik programnya untuk rakyat menengah kebawah.

“Contohnya, program UMKM yang sama juga diberikan dari paslon yang lain untuk warga, tetapi berupa pinjaman. Artinya kalau pinjaman harus dikembalikan lagi oleh warga untuk pemerintah,” katanya.

Menurut Aruji, sementara ada program yang sama diberikan oleh pasangan Sonya-Syarif untuk warga dengan menghibahkan dana tersebut demi pemulihan ekonomi.

“Ini program yang sangat baik untuk warga masyarakat. Dimana akibat pandemi covid-19 saat ini, semua sendi ekonomi menjadi lumpuh, dan harus ada anggaran perangsang yang diberikan pemerintah,” urainya.

Aruji menjelaskan, program untuk modal usaha Rp 10 juta yang diberikan oleh Sonya-Syarif minimal bisa menghidupi 2 pekerja yang bisa membantu usaha tersebut.

“Bila program UMKM Rp 10 juta untuk 50 ribu warga, bila dikali 2 pekerja maka ada minimal 100 ribu orang yang terbantu dalam usaha tersebut,” jelasnya.

Lanjut dikatakan Aruji, hitungannya bila 50 ribu warga dikali Rp 10 juta maka hasilnua Rp 500 miliar. Kalau untuk merangsang pemulihan ekonomi warga, tidak masalah.

“Kalau ditanya sumber dananya dari mana, pasti menjadi Kepala Daerah mereka sudah menghitung jumlah itu semua dan sumber dananya dari mana. Ada Kementerian Koperasi dan UKM yang bisa membantunya, begitu juga dengan pemerintah provinsi,” pungkasnya. (*)

Related posts