oleh

Pemprov Sulut Gelar Launching Aplikasi Bela Pengadaan

-Sulut-97 Dilihat

SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar acara Peluncuran Aplikasi Bela (Belanja Langsung) Pengadaan Pemprov. Sulut, di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (08/12/2020).

Dalam laporannya, Kepala Biro (Karo) Pengadaan Barang dan Jasa Setda Prov. Sulut Jemmy Ringkuangan, menyampaikan bahwa tujuan acara ini sebagaimana yang diamanatkan dalam PP No. 16 Tahun 2018 adalah meningkatkan peran serta usaha kecil dan mikro (UKM).

Karo Jemmy menambahkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah mendorong UKM agar dapat berpartisipasi dalam proses pengadaan barang/jasa (PBJ) yang dilakukan oleh kementerian yang bersangkutan termasuk kita pemerintah daerah.

Aplikasi ini merupakan suatu wadah bagi UKM untuk memasarkan produknya dengan harga maksimal Rp. 50 juta.

“Acara peluncuran aplikasi Bela Pengadaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merupakan aksi nyata pemprov untuk mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih kredibel, akuntabel serta mendorong penggunaan anggaran pemerintah di masa pandemi ini agar dapat dirasakan oleh UKM khususnya kita yang ada di Bumi Nyiur Melambai, Prov. Sulut,” jelasnya.

“Berdasarkan data, sudah lebih dari 2.200 UKM di Sulut yang tergabung dalam aplikasi Bela Pengadaan ini,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Direktur Grab Indonesia Timur Halim Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov. Sulut atas peluncuran Aplikasi ini sebagai bentuk kerja sama antara Pemerintah, Swasta (Grab) dan juga masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi GrabCar dan GrabBike, pemesanan makanan melalui GrabFood, dan pengantaran barang melalui GrabExpress pada portal Bela Pengadaan melalui skema Web booking Grab for bussines,” ungkapnya.

“Kami juga memberikan akses seluas-luasnya kepada para pelaku UKM lokal di Sulut,” tambahnya

“Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Kami sangat berharap Pemprov. Sulut tetap mempercayai dan mengajak kami untuk ikut serta dalam berbagai program yang baik, yang juga meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat Sulut,” pungkasnya.

Mengawali arahannya, Sekretaris Utama (sestama) LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) RI Setya Budi Arijanta menyampaikan apresiasi kepada pemprov. Sulut karena mau menggunakan aplikasi Bela Pengadaan ini.

“Bela pengadaan ini adalah salah satu terobosan untuk menolong para UKM yang sangat terdampak Covid-19,” ungkapnya.

Selanjutnya Sestama menyampaikan tentang penyederhanaan proses pengadaan Barang/Jasa untuk peningkatan peran UKM dalam PBJ.

Sestama juga menyampaikan tentang rencana penerbitan kartu kredit pemda untuk memudahkan transaksi PBJ.

“Kalau ada permasalahan dengan auditor bahkan sampai di pengadilan, LKPP RI siap membantu dan mengirim saksi ahli,” tandasnya.

Selanjutnya Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Asisten II Setda Prov. Sulut Praseno Hadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada LKPP RI atas terpilihnya Pemprov. Sulut menjadi Pilot Project Aplikasi Bela Pengadaan tersebut.

“Juga memberikan apresiasi kepada Biro PBJ, seluruh SKPD, UKM dan Grab karena ini motor untuk merubah menjadi kultur yang baru,” ucapnya.

“Dan dengan adanya terobosan ini, kami pun Pemprov akan segera merevisi aturan-aturan yang masih menjadi kendala,” ungkapnya.

“Oleh karenanya perlu melakukan penyesuaian terhadap aturan-aturan dan aplikasi-aplikasi yang ada, agar terobosan yang sudah dilakukan ini dan menjadi percontohan secara nasional, bisa berjalan di pemprov. Sulut,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para Bupati dan Walikota se-Sulut (secara virtual melalui aplikasi daring), para Kepala Perangkat Daerah Prov. Sulut yang hadir secara langsung maupun yang terhubung secara virtual, dan para Perwakilan UKM (Usaha Kecil dan Mikro) se-Sulut. (*)