oleh

Pemkab Minahasa Serius Tangani Stunting

Minahasa– Sekretaris Daerah Minahasa, Dr Lynda Watania MM, MSi, menandatangani Pembentukan Tim dan Konsolidasi Audit Kasus Stunting (AKS) tahun 2024. Bertempat di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Rabu (22/5/2024).

Dalam Sambutan  Sekda Lynda Watania, mengatakan Program Stunting untuk menurunkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Penurunan stunting kata Sekda Lynda Watania, memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Sejalan dengan inisiatif Percepatan Penurunan Stunting, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (Gernas PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gernas PPG dalam kerangka 1.000 HPK. Selain itu, indikator dan target penurunan stunting telah dimasukkan sebagai sasaran pembangunan nasional dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional dan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

“Pembentukan Tim dan Konsolidasi Audit Kasus Stunting (AKS) tahun 2024. dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program- program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah.” Ujar Sekda Lynda Watania.

Kabupaten Minahasa berjumlah 59. Namun, data yang dikantongi BPKBN Provinsi Sulawesi Utara berjumlah 102.

“Kita telah menghubungi BPKBN Provinsi, agar melakukan penyesuaian data stunting di Kabupaten Minahasa. Sebab, dari data yang ada, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Sekda Lynda Watania juga menjelaskan bahwa stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. “Dimana, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. ” Tutupnya. (Ronny)