Pemberlakuan Satu Jalur Dilokasi Blok B Tuai Kritikan

Tanjakan menuju lokasi perkantoran Blok B di Mitra

Ratahan – Pemberlakuan satu jalur di lokasi perkantoran Blok B di Minahasa Tenggara (Mitra) oleh Dinas Perhubungan menuai kritik dari para pengendara kendaraan. Sebab,meski jembatan yang menghubungkan antara blok A dengan blok B namun para pengendara kendaraan malah tetap diwajibkan lewati jalur tanjakan.

Salah seorang pengguna jalan Ronald  mengatakan, sebelum merubah jalur oleh dinas terkait perlu di lakukan kajian  baik-baik, agar supaya pemberlakuan tersebut dapat berdampak positif bagi masyarakat.

“Kalaupun melewati jalur yang lama, berarti tidak ada gunanya pembangunan jembatan yang menghubungkan Blok A dan Blok B. Karena akan melewati tanjakan yang tinggi,”ujarnya.

Pengendara becak motor (Bentor) yang akan melewati tanyakan yang tinggi sehingga sampai ke Blok B. Bahkan diapun kadang sudah tidak mau lagi terima penumpang kalau mau ke blok B, sangat bersiko tinggi.

“Memang resiko tinggi kalau lewat tanjakan tersebut. Bahkan dengan diberlakukan satu jalur ke Blok B bisa mematikan mata pencaharian kami,” keluhnya seraya meminta nama tidak usah dipublikasi.

Namun sangat disayangkan, disaat kami para awak media ingin konfirmasi ke Kepala Dinas Perhubungan Mitra Desten Katiandagho SH,MAP,terkait hal di atas. Dirinya terkesan tak mau menerima tamu, dengan alasan lagi sibuk.

“Sori,pak kadis tak bisa terima tamu, karena bapak lagi sibuk di ruangan,” tutur salah satu pegawai Dishub. (*/Rusly)

Related posts

Leave a Comment