Mencari Pemimpin Berkualitas

Oleh: Ventje Jacob / Pemerhati Sosial Kemasyarakatan.

SULUT – Momentum politik akbar sebentar lagi mewarnai masyarakat Sulawesi Utara. Setidaknya ada tujuh  daerah akan melaksanakan Pemilu serentak (Pilgub Sulut, Pilwako Manado, Tomohon dan Minsel,Boltim, Minut dan Bitung).

Mencermati postingan para pendukung dari masing balon yang hampir setiap menit menghiasi halaman medsos (fb) dengan ragam data serta visi/nisi yang enak dibaca namun rasanya sulit diaplikasikan. Namunpun demikian, tampaknya yang menarik untuk kita diskusikan lebih lanjut adalah seberapa besar proporsi pemilih yang tergolong sebagai pemilih Rasional, sehingga diharapkan mampu menghasilkan kepala daerah yang berkualitas. Hal ini menjadi sangat penting karena bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.

Pemilih yang berkualitas/rasional adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin, yakni:

Pertama;
Anti money politic yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu. Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya. Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai ‘godaan iman’ yang segera berlalu, kemudian segera ‘bertaubat’ untuk kembali mengikuti suara hati nuraninya.

Kedua;
Tidak asal pilih, yakni konstiten dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak/kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab, maknanya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, serta diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerahnya.

Ketiga;
Visi, misi dan platform yang diusung partai/koalisi partai dan calon kepala daerah itu sendiri, menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitifnya. Sehingga hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang logis dan ‘membumi’ yang dipilih. Karena tipologi calon seperti itu biasanya akan menghindari jebakan janji-janji politik yang berlebihan serta abai terhadap realitas di lapangan.

Memilih yang Terbaik

Kita berharap, para paslon kepala daerah yang akan bersaing dalam pertarungan ‘panas’ khususnya Pilwako Manado untuk tidak terjebak dalam “syahwat kekuasan” yang cenderung ambisius, curang, dan kolutif. Namun paslon-paslon kepala daerah yang memposisikan kekuasaan politik bukan sebagai tujuan akhir, tapi sebagai sarana untuk ‘berbuat baik’ kepada rakyat di daerahnya. Dalam konteks itu diharapkan proses Pilkada bisa menghasilkan calon pemimpin daerah yang baik, cakap/cerdas, kompeten, dan amanah.

Lebih dari itu, apabila kita melihat potensi masing-masing daerah yang bisa dikembangkan lebih berkemajuan, mandiri, sejahtera, dan makmur, serta tuntutan daerah untuk menghadapi persaingan global, maka dibutuhkan kepala daerah yang bertipe penerobos (breakthrough leadership).

Disebut penerobos karena kepala daerah model ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan extra-ordinary terhadap daerahnya dengan jalan, reinvent (memperbaiki kembali) mental dan karakter bawahan, dan perbaikan kelembagaan secara menyeluruh; memulai proses penciptaan inovasi; meninjau kembali struktur, proses dan nilai-nilai kedaerahan (local wisdom) agar lebih baik dan lebih relevan; dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat dan mencoba untuk merealisasikan kemajuan daerah, yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan.

Dengan demikian kita sebagai masyarakat pemilih mengharapkan proses Pilkada dapat memenuhi kriteria sebagai Pilkada yang berkualitas;

1. Pilkada yang diselenggarakan secara profesional, jujur, dan adil (jurdil), bertanggung jawab dan bersih dari segala bentuk kecurangan.

2. Pilkada tidak hanya sekedar rutinitas memilih kepala daerah, namun Pilkada yang berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

4. Kemajuan daerah sangat tergantung kepada kualitas pemimpin daerahnya, oleh karena itu memilih calon pemimpin daerah yang terbaik menjadi niscaya. Sehingga kita berharap di daerah lahir para kepala daerah yang mencatatkan prestasi gemilang bagi daerahnya.

Sekali lagi kita berharap, publik untuk memilih calon pemimpinnya dengan cerdas, yakni memilih siapa kiranya di antara paslon-paslon kepala daerah yang mampu dan kompetensix memerankan model kepemimpinan penerobos. Sehingga, memungkinkan bisa mewujudkan visi-misi dan janji-janji politik yang mereka dengungkan dalam setiap kampanye. (*)

Related posts