oleh

Lapas Kelas IIB Tondano Gelar Ibadah Natal, 302 Warga Binaan Dapat Remisi

Minahasa-Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tondano menggelar ibadah perayaan Natal di Gereja Siloam yang terletak di dalam lokasi lapas. Ibadah ini diikuti 395 tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Frans Steven Rembet, Sth, seorang pendeta yang dikenal dengan kepeduliannya terhadap tahanan dan WBP.

Dalam khotbahnya, beliau memilih ayat Lukas 2:1-7 yang berbicara tentang “Raja yang Lahir di Palungan.” Ayat ini menjadi pengingat bagi seluruh hadirin bahwa di tengah keadaan sulit dan keterbatasan, Tuhan tetap berkuasa untuk memberikan harapan dan kemuliaan.

Kepala Lapas Tondano, Yulius Paath, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi sosial yang bertujuan membantu Warga Binaan Klas IIB Tondano memperoleh pengharapan dan pemahaman akan nilai-nilai kehidupan yang baik.

“Kami percaya bahwa Natal adalah momen penting untuk merefleksikan diri, memohon pengampunan, serta memberikan harapan dan kedamaian bagi mereka yang berjuang memperbaiki hidup mereka,” ujar Kalapas.

Melalui ibadah perayaan Natal ini, Kalapas berharap dapat menjadikan kehidupan mereka yang terpenjara sebagai saksi kasih dan harapan bagi orang lain. Semoga melalui penghayatan makna Natal, semua yang hadir dapat menemukan damai sejahtera dalam hidup mereka, serta menemukan jalan keluar dari belenggu masa lalu yang buruk.

Setelah selesai ibadah natal dirangkaikan dengan kegiatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kanwil Sulut, (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIB Tondano memberikan Remisi Khusus (RK) Natal kepada 302 WBP beagama Kristen pada Hari Natal Tahun 2023, Senin (25/12/2023).

Dari jumlah tersebut, 302 WBP menerima RK I atau pengurangan sebagian dengan rincian 60 orang menerima remisi 15 hari, 174 WBP mendapat remisi 1 bulan, 59 WBP memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 8 WBP. Sementara itu, 1 orang menerima RK II atau langsung bebas, dengan besaran remisi 1 bulan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tondano, Yulius Paath, menerangkan pengurangan masa pidana ini dimaknai sebagai penghargaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang dinilai telah mencapai penyadaran diri, tercermin dalam sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama dan sosial yang berlaku.

Kepada para penerima remisi,Kalapas mengucapkan selamat. “Selamat kepada seluruh WBP yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya bagi WBP yang bebas hari ini. Saya mengingatkan agar saudara dapat menunjukkan perilaku yang baik di tengah-tengah masyarakat,” pesannya. (*/Bert)