oleh

Lantik Pengurus ODC Bolmong, Ini Pesan Steven Kandouw

Bolmong– Olly Dondokambey Center (ODC) bukanlah partai politik, bukan juga kelompok kepentingan, tapi satu gerakan yang menyetujui atau mendukung seorang dengan konsep-konsep pandangan dengan konsep-konsep kehidupannya yang menurut hemat saya sangat diperlukan oleh bangsa dan daerah kita Sulawesi Utara. Orang itu namanya adalah Olly Dondokambey.

Hal itu di sampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Olly Dondokambey Center (ODC), Steven Kandouw, usai melantik pengurus ODC Bolmong yang di ketuai Limi Mokodompit, pada Minggu (22/10/2023).

Dikatakan Steven Kandouw, ODC sifatnya adalah mensosialisasikan pandangan serta menggeneralisasikan value atau nilai yang selama ini, sudah terlihat dalam sepak terjang Olly Dondokambey.

“Bagaimana sikap dan pandangan dalam kehidupan yang sudah ditunjukkan oleh Pak Olly Dondokambey. Di sini tidak mengkultuskan seseorang, sekelompok atau golongan tertentu. Tetapi Pak Olly adalah seorang yang pluralis sejati, betul-betul seseorang yang mencintai Indonesia dengan sepenuhnya, menjaga NKRI dan kebhinekaan,” Ujar Steven Kandouw yang juga sebagai Wakil Gubernur Sulut.

Tugas ODC, tambah Kandouw, adalah menyuarakan, menyosialisasikan dan menggeneralisasikan pandangan Olly Dondokambey supaya betul-betul terpadu.

“Jadi status kita jelas, yang hadir pada saat ini, kita jadi tahu bahwa Pak Olly Dondokambey adalah seorang gubernur yang juga Bendahara Umum PDIP. Tidak ada salahnya kita setuju dengan pandangan Pak Olly Dondokambey. Kita juga bisa berafiliasi,” ujarnya.

Limi Mokodompit yang saat ini, menjabat sebagai ketua ODC, sebut Kandouw, bukan karena ikut-ikutan. Tetapi memiliki sikap politik. “Siapa saja apabila setuju dengan pandangan Pak Olly Dondokambey boleh bergabung, tidak ada yang dilanggar dalam undang-undang Pemilu,” tandasnya.

Kandouw sebelumnya, menyampaikan setiap orang punya sikap politik.

“TNI Polri tidak boleh ada sikap politik apalagi pilihan politik. PNS tidak boleh mendudukkan dirinya berafiliasi politik ke mana-mana, tetapi dalam hati harus ada sikap politik,” ujarnya sembari menambahkan dalam teori politik, bahwa semua manusia adalah makhluk politik. Dan itu terbukti dalam undang-undang.

“Jadi di luar TNI/Polri semua mempunyai hak untuk mengeluarkan aspirasi politiknya melalui Pemilu, termasuk ASN,” tuturnya.

Kandouw merinci, bahwa dalam budaya politik terdapat tiga poin penting, yakni budaya politik parokial.

“Budaya politik parokial adalah orang yang tidak mau melaksanakan haknya, sehingga tidak ada peran politik, atau tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Ia tidak pusing dengan keadaan, tidak mau berinteraksi untuk memilih,” ujarnya.

Kedua, adalah orang yang berbudaya politik objek, yakni orang yang tidak mempunyai pendirian sehingga mudah dipengaruhi. Ia tidak tahu siapa yang akan dipilih tetapi ikut memilih.

Ketiga, adalah budaya politik partisipatif. Orang yang demikian tahu akan akibatnya, risikonya dan kasualitasnya dengan pilihan-pilihan politik. “Saya berharap yang hadir saat ini, memiliki budaya politik partisipatif atau tahu persis hak-hak dan kewajiban politiknya, manfaatnya bagi negara dan bangsa, bagi keluarga dan anak cucu,” serunya.

Turut hadir pada pelantikan ODC, Ketua Umum ODC Ferry Wowor, Walikota Kotamobagu Asripan Nani dan anggota ODC yang baru dilantik. (*)