oleh

Heboh di Medsos, Warga Minsel Desak JAK di PAW

-Minsel-104 Dilihat

MINSEL – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) (JAK), baru – baru ini membuat heboh sejagat dunia maya. Betapa tidak, usai kepergok sedang bersama seorang wanita idaman lain di dalam mobil, legislator dari Partai Golkar itu nekat menyeret istrinya dengan mobil sejauh puluhan meter.

Untung saja bisa dibantu warga. Sehingga nyawa istrinya yang diketahui merupakan mantan calon Bupati Minsel, Michaela Elsiana Paruntu (MEP), bisa tertolong. Kejadian itu terjadi di Kota Tomohon, Minggu (24/01) malam.

Warga pun langsung mengabadikan peristiwa menghebohkan itu dengan ponsel pribadi. Tak berselang lama usai kejadian, postingan video kejadian itu langsung membanjiri setiap halaman media sosial facebook, whatsapp dan lainnya.

Tak tunggu lama, kecaman terhadap JAK pun datang bertubi – tubi. Bahkan, para simpatisan Partai Golkar mendesak agar legislator Sulut yang maju dari daerah pemilihan Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara itu segera dicopot alias Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Lembaga legislatif adalah lembaga yang terhormat. Kalau perilaku yang ditunjukan JAK adalah tidak terhormat. Makanya kami mendesak agar DPRD Sulut dan Partai Golkar langsung memproses pergantian JAK. Karena sangat memalukan dan mencoreng sekali,” ujar Kevin Winerungan, simpatisan Partai Golkar yang juga generasi muda Minsel, kemarin.

Tak hanya itu, perilaku JAK yang hampir menewaskan adik kandung dari Bupati Minsel Christiany Eugenia Tetty Paruntu itu, telah menyayat hati para pendukungnya waktu Pileg 2019 lalu maupun warga Minsel terlebih khusus.

“Jangan harap lagi kami akan mendukung JAK. Lebih baik JAK dipecat dari Partai Golkar dan diganti jabatannya di DPRD Sulut,” ujar Kevin bersama puluhan simpatisan lainnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Minsel Johanis Frans menilai, perilaku JAK tersebut bisa langsung bermuara pada proses PAW. Betapa tidak, di dalam peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik, sangat jelas mengatur hal demikian. Sehingga, Badan Kehormatan Dewan DPRD Provinsi Sulut maupun internal Partai Golkar dapat segera menindaklanjutinya. “Kan jelas diatur dalam peraturan DPR soal kode etik. Saya mendukung PAW terhadap JAK,” ketusnya.

Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik

Bagian Kedua tentang Integritas, Pasal 3 disebutkan :

1). Anggota harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR baik di dalam gedung DPR maupun di luar gedung DPR menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

2). Anggota sebagai wakil rakyat memiliki pembatasan pribadi dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku.

3) Anggota dilarang memasuki tempat prostitusi, perjudian, dan tempat lain yang dipandang tidak pantas secara etika, moral, dan norma yang berlaku umum di masyarakat, kecuali untuk kepentingan tugasnya
sebagai Anggota DPR dalam wilayah Negara Kesatuan RepubIik Indonesia.

4) Anggota harus menjaga nama baik dan kewibawaan DPR. (***)