oleh

Green Tumbilotohe, Penjagub Gorontalo : Tradisi Kearifan Lokal Yang Harus Dipertahankan

Gorontalo-Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat mendukung dan mensuport pelestarian tradisi malam Pasang Lampu atau Tumbilotohe yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya di Gorontalo.

Sebagai bentuk dukungan itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggaungkan Semarak Pasang Lampu yang bertajuk “Green Tumbilotohe”.

Sebagai wujud dari semangat itu, Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya melaksanakan Doa Tumbilotohe di Yiladia Rumah Dinas jabatan Gubernur, Sabtu (6/4), yang dilanjutkan dengan pemasangan lampu di malam pertama Tumbilotohe yang sudah dipersiapkan dalam bentuk Alikusu yang dipasang di pintu gerbang Rumah Dinas.

Tak ketinggalan Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim, juga menggelar doa tumbilotohe di Rumah Jabatan Sekda, yang dilanjutkan dengan pemasangan Lampu secara simbolis di ornamen Alikusu tepat di pintu Gerbang Rumah Dinas Sekda Provinsi Gorontalo.

Tumbilotohe merupakan tradisi malam pasang lampu minyak yang digelar warga Gorontalo mulai malam 27 Ramadan.

Tumbilotohe dalam bahasa Gorontalo berarti menyalakan lampu. Lampu yang dinyalakan merupakan lampu dalam botol kaca bekas berisi minyak tanah atau minyak kelapa dengan sumbu untuk menyalakan api.

“Ini tradisi yang selalu kita lakukan setiap tiga hari menjelang lebaran. Tahun ini mengangkat tema Green Tumbilotohe. Jadi, lampu yang kita pasang itu sumber apinya menggunakan minyak kelapa bukan minyak tanah, sehingga dia lebih ramah lingkungan,” ujar Sofian.

Bagi warga Gorontalo malam tumbilotohe dimaknai sebagai penerang jalan ke masjid untuk beribadah dan menjemput malam lailatul qadar. Lampu botol yang dinyalakan setiap rumah biasanya menandakan jumlah orang yang bermukim di rumah tersebut.

Belakangan tradisi ini semakin tergerus dan mengalami pergeseran nilai. Malam tumbilotohe menjadi ajang warga melihat keindahan lampu botol yang dipasang di rumah dan di sudut sudut kota. Tidak hanya itu, langka dan mahalnya minyak tanah membuat warga mengganti lampu botol dengan lampu listrik.

“Karena sekarang ini memang terjadi kepadatan di beberapa titik, maka masyarakat diharapkan untuk selalu menjaga keamanan dan tetap berhati-hati apabila berada di pusat keramaian. Kemudian juga apabila meninggalkan rumah untuk menikmati festival Tumbilotohe misalnya, atau pergi berbelanja tolong tetap hati-hati, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Doa Tumbilotohe di Rujab Sekdaprov dirangkaikan dengan doa moheupa fitara atau menyerahkan zakat fitrah. Sofian dan keluarga menyerahkan zakat fitrah kepada yang berhak.(***)