Diduga “Stres” Karena Kuliah, Apriyanto Nekat Bunuh Diri

Manado – Warga Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki laki yang tergantung di samping lemari dalam kamar kost. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut bernama Apriyanto Kusuma (23) warga Kelurahan Bahu Lingkungan V Kecamatan Malalayang. Sabtu (29/6) sekitar 19.00 Wita.

Menurut keterangan dari saksi Nyoman Nurasha (55) warga Sulawesi Tengah yang tak lain adalah orang tua korban mengatakan, saat itu saksi baru saja turun dari pesawat dengan maksud untuk menmengunjungi anaknya. Dimana, sesampainya saksi ditempat kost korban sekitar 19.30 Wita, saksi mengetuk pintu kamar korban. Namun tidak ada jawaban, kemudian saksi mencoba untuk menelpon handphone korban, tapi tidak diangkat.

Lalu saksi mengambil tangga di samping rumah dan melihat korban sudah tersandar disamping lemari. Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memberihukannya kepada lelaki Jems Zeke (48) selaku penjaga kost. “Pada Kamis malam saya sempat menghubungi anak saya dan mengatakan akan datang pada hari Sabtu,” Ujar orang tua korban.

Menurut keterangan dari Jerri Suut (25) yang adalah teman kost korban mengatakan, sekitar 10.00 Wita, saksi keluar untuk membeli kopi, dan saksi melihat pintu kamar korban dalam keadaan terkunci. Namun saksi berpikir tidak seperti biasanya pintu kamar korban terkunci.

“Saat itu saya sedang tidur didalam kamar, lalu sekitar 19.00 Wita, saya terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. Dan saat saya keluar kamar, orang tua korban mengatakan kalau korban sudah menjnggal dunia,” Ungkap saksi.

Sementara itu, Kapolsek Malalayang Kompol Franky Manus ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut, “sebelum korban mengakhiri hidupnya, korban menulis sebuah surat yang berisikan, Jumat 28 Juni 2019, Saya memutuskan untuk bunuh diri. Untuk orang tuaku, kakakku maaf sudah mengecewakan kalian. Sebenarnya saya sudah berhenti kuliah pada pertengahan 2018, saya tidak bisa fokus melakukan sesuatu dan susah tidur pada malam hari, mungkin ini yang dinamakan stres. Maaf saya sudah terlalu banyak berbohong kepada kalian tentang perkuliahan. Saya tidak ingin menjadi lebih bagi kalian diumur saya yang sudah ke-24 ini. Maaf saya kurang pandai menulis kata-kata. Untuk itu “maaf semuanya”, ungkap Franky menjelaskan isi surat yang ditulis korban sebelum meninggal. (Dwi)

Related posts

Leave a Comment