Delis-Djira Unggul Dalam Debat Putaran Terakhir Pilkada Morut

MORUT- Debat Publik Paslon Pilkada Morut Berakhir, Saatnya Warga Tentukan Pilihan dengan Damai, Sabtu (28/11/2020).

Dalam debat putaran terakhir ini dipandu oleh pakar Tasrip Siara dari Universitas Tadulako Palu.

Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan pakar kepada kedua Paslon, baik pertanyaan yang disampaikan langsung maupun pertanyaan yang sudah disiapkan oleh 6 orang pakar.

Semuanya pertanyaan dijawab tuntas oleh pasangan dengan Nomor satu Dr,Delis-Djira K.

Yang menarik pada sesi tanya jawab dari Paslon Nomor urut dua, calon wakil Bupati Abudin Halilu tidak sempat memberikan pertanyaan kepada Paslon Nomor urut satu, karena waktu yang diberikan selama 2 menit sudah habis.

Ketika moderator Tasrif mempersilahkan calon Bupati Morut Nomor urut satu Dr Delis untuk menjawab, dokter hanya tersenyum sambil bertanya kembali kepada moderator apa yang akan dijawab sementara Paslon Nomor urut dua calon wakil Bupatinya tidak melontarkan pertanyaan.

Suasana sempat hening sejenak diruangan Gedung Morokoa, karena moderator terus mempersilahkan calon bupati Morut Dr Delis.

“Saya tidak menjawab pertanyaan itu tapi saya hanya akan menyampaikan progran strategis pasangan DIA, yaitu pelayan Kesehatan gratis yang berkualitas, penyediaan sarana angkutan dan rumah singgah bagi pasien rujukan, pendidikan gratis dan bebas uang komite, bantuan beasiswa bagi mahasiswa dalam dan luar negeri,” urai Delis.

Termasuk bantuan kolom usaha disetiap desa dan kelurahan sebanyak Rp300 juta untuk kelompok usaha pemuda dan perempuan, kelompok tani dan nelayan.

“Penciptaan 20 ribu lapangan kerja bagi pemuda Morut, penataan dan pembangunan ibukota Kolonodale yang bersih dan tertata baik, pembangunan jalan dan jembatan serta sarana angkutan yang menghubungkan antar wilayah,” tegasnya.

Serta penyediaan daya listrik yang cukup, tunjangan kinerja bagi ASN, peningkatan pendapatan bagi tenaga honorer/kontrak serta aparat desa, penyediaan kendaraan operasional bagi petugas kesehatan dan penyuluh pertanian di desa, serta pemberian insentif bulanan dan wisata rohani bagi pendeta, pastor, imam mesjid dan pemangku.

Pada sesi ke enam atau sesi terakhir, moderator pakar Tasrif Siara mempersilahkan kepada kedua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Morut untuk menyampaikan crosing statement.

Sementara statemen terakhir Paslon DIA meminta kepada seluruh masyarakat Morut untuk menggunakan hak pilihnya.

“Orang -orang tua kami yang kami cintai 11 hari lagi tepatnya pada tanggal 9 Desember 2020 nanti, pililah pemimpin terbaik bagi Daerah yang kita cintai, jangan tukar hak suara kita dengan uang, jangan gadaikan Daerah ini, karena ketika terpilih bukan mengurus rakyat tapi hanya mencari uang,” ujarnya.

Pasangan DIA, kata Delis tidak akan membeli suara, karena warga masih punya harga diri.

“Tidak mungkin kami mau membelinya, karena niat kami pasangan DIA tulus untuk membangun kampung halaman kami sendiri, kami anak kampung yang ingin pengabdi kepada masyarakat dan niat kami tulus untuk membangun Daerah ini dan terimalah salam dan hormat kami ,” tutup Delis.(Johnny)

Related posts