oleh

Bupati Kumendong AKBP. S.Sohpian Gelar Konferensi Pers, Ini Yang Dibahas

Minahasa-Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong bersama Kapolres Minahasa AKBP. S.Sohpian, SIK, MH, di dampingi Kepala Dinas Kesehatan  dr. Olviane Ratu menggelar jumpa Pers, Bahaya Minuman Oplosan.
bertempat Rumah Tua Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat, Jumat (03/05/2024).

Dikesempatan itu,Bupati Minahasa Kumendong, menyampaikan selaku pemerintah telah melakukan upaya kerjasama dengan pihak Kepolisian Polres Minahasa sementara mendalami atas kematian 9 warga dan 6 di antaranya sekarat diduga akibat minuman oplosan.

Kapolres Minahasa AKBP S. Sohpian, SIK, MH menyampaikan sementara ini kami lagi melakukan pendalaman penyelidikan sebab akibat 12 warga meningal dan 3 di antaranya masih dalam perawatan yang diduga akibat minuman oplosan,

“Tentunya kami belum bisa mengambil kesimpulan karena dalam penyelidikan dan akan uji leb.Kami juga sudah berulang menghimbau mengingatkan masyarakat baik melalui bhabinkamtibmas, Polsek melalui hibauwan baik di acara pesta dan duka, pesta serta setiap kegiatan Jumat curhat akan bahaya minuman oplosan.” Ujar Kapolres.

Kadis Kesehatan Minahasa Provinsi Sulut Olviane Rattu, M. Ks menyampaikan miras oplosan adalah minuman keras yang terbentuk dengan cara mencampur alkohol dengan jenis minuman keras lainnya yaitu metanol.

Mengonsumsi alkohol oplosan dalam jumlah banyak diyakini dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh.

Ciri cirinya, jelas Ratu, mulai Keracunan alkohol saat konsumsi berlebihan dalam waktu singkat. rusak organ tubuh rusak mengakibatkan kematian, gejalanya antara lain suhu tubuh yang berubah drastis, muntah, denyut jantung yang cepat, dan kesulitan bernapas.

“Bila mana mengalami keracunan alkohol, segera cari pertolongan medis.” Jelasnya.

Sirosis
Sirosis adalah komplikasi hati akut yang terjadi saat sel-sel hati telah rusak dan berakibat apda kegagalan fungsi hati. Penyakit ini bisa terjadi karena konsumsi alkohol yang berlebihan serta kurang tidur atau kebiasaan hidup negatif lainnya.

Pada tahap awal, kemungkinan besar pengidap tidak akan merasakan gejala yang signifikan atau tidak bergejala sama sekali. Gejala baru akan muncul secara perlahan seiring menurunnya kondisi tubuh.

Adapun gejala yang dapat pengidap alami yaitu kelelahan, bagian putih mata menguning, mudah memar dan berdarah, berat badan menurun, dan bengkak pada tungkai.

Masalah pernapasan
Meminum alkohol oplosan dapat menimbulkan kerusakan pada jantung dan paru-paru. Ketika fungsi organ pernapasan telah menurun, akan sering terasa sulit bernapas atau sesak napas.

Jika sudah mengalami pernapasan, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Penanganan terhadap masalah ini harus sesegera mungkin agar terhindar dari henti jantung dan henti napas.

Pankreatitis
Dalam dunia medis, radang pankreas dikenal dengan nama pankreatitis. Minuman keras oplosan memiliki kandungan alkohol dan metanol yang cukup tinggi. Hal ini menimbulkan inflasi pada pankreas karena tidak bisa mencerna alkohol yang masuk ke dalam tubuh dengan baik.

Gejala yang biasanya muncul dari pengidap pankreatitis adalah nyeri hebat pada bagian atas perut, mual dan muntah, dan perut membengkak. Kondisi ini dapat meningkat menjadi pankreatitis kronis, yaitu saat jaringan pankreas sudah rusak permanen.

Asidosis metabolik
Zat yang terkandung di dalam alkohol akan meningkatkan kadar asam di dalam tubuh. Ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak, ada risiko terjadi asidosis metabolik.

Penyakit ini terjadi saat pH darah kurang dari 7,35 dan tergolong asam. Kadar asam berlebih dapat membentuk masalah pada ginjal yang tidak bisa mengeluarkan asam dari tubuh.

Bila seseorang mengalami asidosis metabolik, gejalanya berupa sakit kapala, linglung, kesadaran yang menurun, serta sulit bernapas. Asidosis metabolik yang akut dapat merusak organ tubuh seperti ginjal.

Hepatitis dapat berdampak negatif pada metabolisme. Selain itu, fungsi hati dalam memproses nutrisi dan menyaring darah kotor juga bisa rusak.

Itulah informasi tentang risiko kesehatan yang muncul ketika kamu mengonsumsi miras oplosan. (*Ronny)