oleh

BKKBN Sulut Gelar Pelayanan KB Sejuta Akseptor dan Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KB/KR

-Sulut-586 Dilihat

Sulut-Sebagai rangkaian peringatan Harganas ke-31, BKKBN  Provinsi  Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor (PSA), dan   Program  Nasional  Fasilitasi  Intensifikasi  Pelayanan  KB/KR  di  Wilayah  Khusus  (wilayah pasar), pada   Jumat,  (07/06/2024).

Kegiatan  yang  berlangsung  di Terminal/Pasar  Paal 2 ini, di buka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi  Sulawesi Utara  Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, dan di hadiri Kepala Dinas OPD-KB Kota Manado,  Danrem 131 Santiago Manado,  Kepala Dinas Kesehatan Manado,  Dirut PD Pasar Manado, Danramil Wenang, Kapolsek Tikala, Ketua IBI Kota Manado.

Dikesempatan itu, Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, dalam  sambutannya menyampaikan  bahwa  upaya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, berdasarkan pasal 20 Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkebangan kependudukan dan Pembangunan Keluarga, menjelaskan bahwa pemerintah perlu menetapkan kebijakan keluarga berencana melalui penyelenggaraan program Keluarga berencana.

“Keluarga berencana merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan mengatur kahamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi sehingga terbebas dari stunting dan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Setiap orang memilki hak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi termasuk pelayanan keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau.”jelas Kaper BKKBN Sulut.

Di jelaskannnya,dalam  Penggarapan program KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus termasuk juga di wilayah kumuh, miskin perkotaan (wilayah pasar) memiliki tantangan yang tidak mudah dengan berbagai permasalahannya, namun memiliki aspek strategis dan politis dalam upaya mewujudkan akses pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas dan merata bagi seluruh warga Negara Indonesia.

“Upaya peningkatan cakupan kesertaan KB di wilayah khusus harus didukung dengan komitmen yang tinggi dari seluruh pihak, melibatkan peran mitra kerja pemerintah/swasta terkait dan diperlukan kolaborasi dan sinergitas program dengan mitra kerja diberbagai tingkatan wilayah.”Jelas Tandaju.

Lanjut di katakan Kaper BKKBN Sulut, pelayanan KB bagi masyarakat sebagai salah satu bentuk layanan public untuk membantu menurunkan prevalensi stunting yang merupakan salah satu target RPJMN 2020-2024 melalui KB Cegah Stunting, maka Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut membuat salah satu inovasi dalam meningkatkan pelayanan KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) dengan melaksanakan pelayanan KB gratis secara menyeluruh dilapisan masyarakat yang ada di pusat perbelanjaan dalam hal ini wilayah pasar melalui kegiatan GAS IKO POL (Gerakan Cegah Stunting Iko pelayanan KB, Advokasi dan Konseling).

“Kegiatan inovasi ini akan membantu   masyarakat terutama PUS untuk lebih mudah mendapatkan akses pelayanan KB secara gratis untuk dapat mengatur dan merencanakan kehamilan supaya dengan perencanaan yang baik maka generasi yang dihasilkan juga akan terbebas dari stunting.” ujar Tandaju.

Di  akhir sambutannya, Tandaju menegaskan “dalam menurunkan angka stunting diperlukan upaya dan kerja keras melalui peningkatan kesertaan KB untuk menunda atau   menjarangkan kelahiran pada keluarga yang beresiko stunting  dengan  strategi  memperluas akses atau cakupan pelayanan KB di wilayah khusus termasuk wilayah miskin perkotaan dan memperhatikan keberlangsungan berKB dari para PUS agar tidak terjadi putus pakai penggunaan Kontrasepsi.” Pungkas Tandaju.

Adapun yang menjadi Poin penting dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu:

  1. Memperluas dan mendekatkan akses pelayanan KB yang ada di wilayah khusus kepada masyarakat
  2. Meningkatnya cakupan kesertaan KB khususnya KB MKJP sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting termasuk di wilayah khusus (Pasar)
  3. Mengoptimalkan pemanfaatan dana BOKB khusus Operasional Penggerakan Pelayanan KB MKJP yang ada di tingkat Kabupaten/Kota.
  4. optimalisasi peran para mitra kerja Provinsi/Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan upaya percepatan penurunan stunting.

Usai  membuka  pelaksanaan  kegiatan  tersebut  Kaper  bersama para  undangan,meninjau  pelaksanaan  Pelayanan  KB  Gratis.Dan dari  data  yang  terinformasi  100  Akseptor  sudah  terlayani.

Turut hadir, Kepala Puskesmas Ranomuut  Ketua Tim Kerja Akses Kualitas Layanan KB/KR , Camat Paal 2, Lurah Paal 2 dan  Mitra  Kerja BKKBN Lainnya. (*/J.Mo)