BI KPw Sulut Gandeng IMUTS Pelatihan Indonesia Sukses Membidani Lahirnya 28 WUBI

MANADO – Setelah dibuka oleh Deputy Bank Indonesia KPw Sulut, R.Eko Adi Irianto acara Seminar dan Asesmen dengan 83 peserta yang terjaring dari proses recruitmen Wirausaha Unggulan BI atau yang lebih dikenal WUBI 2020, acara bootcamp yang diikuti sebanyak 28 peserta yang berhasil lolos dari hasil asesmen tim IMUTS Pelatihan Indonesia, akhirnya ditutup langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat bertempat disalah satu resort kawasan Molas Manado,

Dalam sambutan hangatnya, lelaki asal Sumut yang dikenal low profile dikalangan para jurnalis tersebut, mengajak kepada para peserta bootcamp untuk turut bangga menjadi bagian dari program Bank Indonesia.

“Bapak, Ibu harus bangga dengan Bank Indonesia sebagaimana semua lembaga lembaga di Indonesia ini bangga kepada BI. Kami ini kumpulan orang orang yang serius menggarap potensi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, dari urusan cabe, tomat, bawang, pariwisata hingga UMKM”. Ujar Arbonas.

“Dari bangun tidur, anda makan, anda pakai kendaraan, anda jalan jalan misalnya nonton bioskop, selalu ada Bank Indonesia, karena Bank Indonesia berfungsi menjaga kestabilan nilai rupiah, menjaga inflasi, turut serta dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu moto kami adalah “Bank Indonesia hadir disetiap makna Indonesia”, imbuh Arbonas dengan nada bersemangat.

“Itu namanya Brand Image dan harus betul betul dijaga, begitu pula halnya kami mengharapkan kepada para peserta WUBI untuk juga bisa menjaga image produk dari produk produk usaha para peserta”, imbuh Arbonas menambahkan.

Lebih lanjut Arbonas menyampaikan harapannya kepada para peserta bootcamp untuk menjadi pengusaha UMKM yang tangguh dan sukses sejati adalah akan menjadi manfaat bagi orang lain dan juga akan turut menyukseskan bagi para pengusaha UMKM yang belum sukses.

“Selama 4 hari Bapak Ibu yang sebanyak 28 orang yang lolos ini dari total 83 calon peserta WUBI yang mendaftar, digembleng untuk bisa menjadi pengusaha yang tangguh, bukan soal mahal biayanya yang dikeluarkan oleh BI untuk program recruitment dan pelatihan WUBI (Wirausaha Unggulan BI) ini, tapi pengalamanya.Dan sukses Bapak Ibu bukan hanya diukur dari pencapaian omzet penjualan tapi bagaimana Bapak Ibu sukses juga membuat orang lain berhasil, bukan Bapak Ibu sukses menghalalkan cara cara yang tidak benar, terabas sana sini, korupsi dan lain lain”, tutur Arbonas mengingatkan

Tentu saja harapan Kepala BI Kpw Sulut tersebut sangat sejalan dengan motto orang Sulut yaitu Sitou Timou timou tou yang artinya manusia me-manusiakan manusia.

“Buat grub dan juga para alumni WUBI dan jadikan pertemuan ini adalah pertemuan berhikmat dan berefek manfaat bagi sesama”,harap Arbonas.

“Mulai sekarang rubah paradigma bahwa kita harus menguasai proses pencapaian usaha penjualan dari hulu sampai ke hilirnya. Jangan jual kelapa hanya dalam bentuk kelapa muda, masih banyak potensi dari buah kelapa yang bisa diolah dan menghasilkan uang, seperti airnya bisa diolah menjadi nata de coco, batoknya bisa dibuat menjadi kerajinan tangan untuk souvenir, hingga serabutnya yang negara Jerman bahkan menjadikan serabut kelapa sebagai bahan untuk membuat jok tempat duduk pesawat”, kata Arbonas menyemangati peserta tentang potensi nilai jual dari sebuah produk

Lebih lanjut Arbonas mengingatkan kepada 28 peserta UMKM WUBI untuk cerdas dan jeli memanfaatkan peluang walau dalam masa pandemi dimana orang lain pesimis dan kita jangan ikut rebahan karena tidak tau apa yang harus kita lakukan.

“Ingat, tidak ada gunanya modal besar kalau tidak mengganggap karyawannya, tidak dijaga, tidak dirawat, semena mena, karena karyawan adalah aset perusahaan yang sangat penting atau human capital”, imbuh Arbonas mengingatkan betapa pentingnya unsur karyawan sebagai aset perusahaan untuk turut menentukan sukses tidaknya sebuah perusahaan”, tutur Arbonas mengingatkan pentingnya memperhatikan karyawan.

Dari acara bootcamp tersebut diiharapkan para pengusaha UMKM yang tergabung dalam WUBI tersebut dapat berkompetensi bukan hanya skala lokal Sulut tapi mempu bersaing di tingkat nasional.

Salah seorang peserta bootcamp Nurhayati Otta pengusaha travel umroh menyampaikan bahwa pelatihan tersebut baginya sangat luar biasa terutama bagi rencana rencana ke depan untuk pengembangan usahanya.

“Pelatihan WUBI 2020 yg dilaksanakan KPW BI Sulawesi Utara luar dan IMUTS Pelatihan Indonesia berkesan luar biasa. Pelatihan yang mengedepankan perubahan Mindset Seorang Pengusaha kepada pemikiran yang terbuka, berwawasan serta mampu menciptakan peluang peluang baru dengan terus melihat potensi diri utk berkembang, bertumbuh dan menjadi manfaat buat orang lain”, Nurhayati menyampaikan kesannya dengan nada semangat dan bahagia

IMUTS Pelatihan Indonesia sendiri yang dipercayakan BI KPw Sulut untuk melatih para pengusaha UMKM WUBI Sulut adalah sebuah lembaga Pelatihan & Pendampingan yang sudah bekerja sama dengan beberapa kantor BI seluruh Indonesia untuk program serupa yang dikomandani oleh Coach Marioto

Hal terpenting dari sebuah perusahaan baik itu skala UMKM atau perusahaan besar, faktor Leadership atau kepemimpinan adalah kunci keberhasilan tim tercapai dengan baik. Dengan kekuatan leadership yang baik dan kerjasama tim yang baik pula, hambatan dan rintangan dapat dihadapi oleh tim,kata Coach Marioto menegaskan arti pentingnya sebuah kepemimpinan dalam tim.

Tim IMUTS sendiri datang dengan formasi 3 orang pelatih masing masing dengan kompetensi keilmuan mereka, dari digital marketing, laporan pembukuan, hingga sukses pemasaran.

Seperti yang kita ketahui, waktu pelaksanaan Open Recruitment WUBI 2020, pendaftaran online (21 Oktober – 1 November 2020), seleksi Administrasi (2-3 November 2020), pengumuman Seleksi Administrasi (4 November 2020), seminar dan Asesmen (6-7 November 2020), boot Camp WUBI (8-12 November 2020).

Dan semua tahapan tersebut telah terlaksana dengan sukses tentu saja berkat kerjasama tim. (Arum)

Related posts