Amalitra “Usir” Aktivitas Penambang di lahan Ex Newmont

Aktivitas pertambangan di lahan ex Newmont

Ratahan – Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Ratatotok (Amalitra) bersama beberapa LSM menutup secara paksa aktivitas tambang di lahan ex Newmont, sebab diduga aktivitas tersebut ilegal.  

Ketua Amalitra Valdy Suak mengatakan aktivitas pertambangan itu sudah merusak pepohonan dan lahan yang ada di lokasi, sehingga kami sudah mengingatkan para pekerja untuk segera berhenti dan keluar dari lokasi pertambangan.

“Jika tidak keluar dan ada gerakan dari masyarakat kami tidak bertanggungjawab karena ini ilegal,”tegas Suak, Rabu (19/02/2020).

Suak mengatakan sangat prihatin melihat lokasi tersebut. “Sangat miris pohon jati dibabat habis, apalagi itu area penghijauan.” Ujar Suak.

Dikatakan Aktivis vokal ini, dulu masyarakat rusak satu pohon pidana, sekarang kita tunggu peran aparat.
Dia juga menyesalkan, karena aktivitas tambang tersebut, masyarakat yang menambang secara manual di usir.

“Kasihankan, masyarakat sudah puluhan tahun menambang,nanti sekarang baru di usir,” ungkap Suak.

Suak juga meminta pemerintah Provinsi dan Polda Sulut harus turun tangan. Karena diduga kuat di belakang semua ini ada campur tangan orang-orang besar.

Tak hanya itu, Suak juga menuntut agar akses penambang manual dikembalikan. “Saya minta akses penambang manual dikembalikan. Dan semua kerja secara manual,agar tidak melakukan pengerusakan, nantinya masyarakat harus lakukan penghijauan juga,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut,enam alat berat yang sedang melakukan aktivitas pekerjaan diberhentikan. Para operator alat tersebut pun langsung mengeluarkan alat dari lokasi tersebut.

Dengan adanya permasalahan ini, sehingga membuat Pihak aparat Polres Mitra dan jajaranya turun kelokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan. (Rusly)

Related posts

Leave a Comment