oleh

Aktivis Kota Bitung Gelar Aksi Bersama Masyarakat Tuntut Pembebasan Lahan

 

Bitung, Redaksisulut – Pemerhati lingkungan serta Aktivis Kota Bitung gelar aksi demonstrasi bersama Masyarakat Terdampak Jalan Tol Manado – Bitung di Kelurahan Kakenturan, Kota Bitung pada hari Sabtu, 13 Maret 2021.

Excel Paneo selaku Kordinator aksi menyampaikan bahwa aksi tersebut menuntut pembebasan lahan untuk beberapa rumah korban terdampak jalan Tol. Senin, (15/3/2021).

“Total Ada lima rumah korban terdampak jalan tol yang sudah didata oleh pihak Tol sejak tahun 2019, seharusnya sudah direalisasi, sebab rumah – rumah tersebut kondisinya sangat memperihatinkan akibat dari pembangunan jalan tol”. Kata Excel seraya menambahkan bahwa selain pembebasan lahan yang menjadi masalah utama, ada beberapa keluhan lain juga diantaranya Banjir, buruknya drainase, dan saluran air got.

Sementara itu, Isra Asune salah satu warga Kakenturan yang menjadi terdampak akibat jalan tol menyampaikan bahwa dirinya sudah sering mengeluhkan kejelasan pembebasan lahan yang sudah didata oleh pihak Tol.

“Kita so menghadap pihak jasa marga, pihak PP, sampe PPK lahan, sampe hari ini nyanda jelas depe realisasi”. Katanya.

Iwan Ishak yang juga merupakan warga terdampak banjir menyebut bahwa disini tidak adanya perhatian pemerintah.

“Torang pe rumah so 5 kali bajir maso, alat – alat di dalam rumah so rusak sampe hari ini belum ada perhatian dari pemerintah”. Katanya.

Ia juga mengatakan bahwa, sebelumnya Hasan Suga selaku Anggota DPRD Kota Bitung dari Fraksi PAN sempat menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan masyarakat terdampak dengan pihak tol namun sampai hari ini pertemuan tersebut belum terealisasi.

Dalam aksi yang di mulai pada pukul 17.00 itu berlangsung tidak lama kemudian di bubarkan secara paksa oleh satuan Kepolisian Resor Kota Bitung. Dengan dalil aksi tersebut tidak memiliki izin. (Wesly)