Memprihatinkan, Togel Marak Tanpa Tindakan

Kepala Gereja Katolik Kebangkitan Kristus Amurang Pastor Fion Dianomo

Amurang – Era kebangkitan judi togel yang terkenal hingga medio 1990-an, kembali marak dikabupaten Minahasa Selatan tepatnya di Kota Amurang.  Harganya yang terbilang murah meriah bak kacang goreng yang dijual di tengah kemacetan. Hal ini memudahkan warga untuk berjudi sesuka hati.

Karena togel merupakan penyakit masyarakat yang harus diobati, dan harus di musnahkan karena telah meresahkan masyarakat, untuk mengantisipasi itu semua pihak Kepolisian harus bekerja lebih giat lagi agar terciptanya keamanan, ketertiban dan keadilan.

Dalam menegakkan Hukum Pidana Polisi sabagai unsur utama dan posisi paling depan berhadapan dengan kejahatan, untuk mewujudkan situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang terkendali.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tugas Pokok Polisi adalah : 1. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, 2. Menegakkan hukum, 3. Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Walaupun pimpinan Polri selalu menyatakan perang terhadap judi, namun judi jenis toto gelap (togel) di wilayah Amurang sepertinya dibebaskan dan bertransaksi secara terbuka. Tak tanggung-tanggung, para pekerja penulis togel berani terang-terangan mangkal di warung sembari menunggu calon pembeli.

“Sangat disayangkan jika Judi Togel kembali marak Kabupaten Minsel tepatnya di Amurang. Apalagi saat ini bermunculan bandar-bandar baru. Dan kami mendukung bagi pihak Polres Minsel untuk berantas judi togel hingga ke akar akarnya,” ujar Kepala Gereja Katolik Kebangkitan Kristus Amurang Pastor Fion Dianomo, Kamis (18/07/2019).

Dikatakan hal ini sudah sangat meresahkan masyarakat termasuk jemaat,karena agama manapun sangat melarang peredaran judi dalam bentuk apapun.

“Apapun itu, namanya melanggar hukum, pasti akan berhadapan dengan hukum. Saya kira semua agama tidak ada yang menghalalkan perjudian. Jadi jelas, kalau segala bentuk praktek judi dan penyakit masyarakat lainnya menjadi musuh kita bersama, dan itu harus diberantas,” tegas Pastor Fion Dianomo. (Kiki Liando)

Related posts

Leave a Comment